Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini masuk dalam daftar panjang pengkritik taktik Inggris yang kalah dari Argentina dalam semifinal Piala Dunia. Trump mengkritik keputusan pelatih menjadikan kapten timnas Inggris, Harry Kane, yang dipujinya sebagai "pemain hebat", sebagai pemain bertahan.
Kritikan tersebut, seperti dilansir AFP dan BBC, Sabtu , dilontarkan Trump saat dia berpidato dalam sebuah acara Federasi Sepak Bola Internasional di New York pada Jumat waktu setempat, yang juga dihadiri oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.
Dalam acara tersebut, Trump melontarkan kritikan ringan terhadap keputusan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menerapkan taktik bertahan setelah Inggris berhasil unggul satu gol atas Argentina dalam pertandingan di Atlanta Stadium, AS, pada Rabu waktu setempat.
Presiden AS itu juga menyinggung soal Kane, kapten timnas Inggris, yang diketahui pernah bermain golf bersamanya di Florida sekitar 18 bulan lalu.
"Ada pemain hebat di Inggris, yang pernah bermain golf bersama saya. Dia adalah Harry , yang tampil luar biasa," kata Trump dalam acara tersebut.
"Saya pikir mereka mungkin melakukan kesalahan saat menjadikannya sebagai pemain bertahan. Memangnya apa yang saya ketahui soal sepak bola?" kritik Presiden AS tersebut.
"Mereka sempat unggul, lalu mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di posisi bertahan," imbuhnya.
"Kita seharusnya bermain agak menyerang, bukan? Tapi ya sudahlah, saya tidak akan mengkritiknya, apa sih yang saya ketahui soal kepelatihan? Namun, hal itu agak tidak biasa," cetus Trump dalam komentarnya.
Tuchel, pelatih timnas Inggris, menuai kritikan tajam dari banyak pihak karena mengganti dua pemain penyerang dan memasukkan pemain bertahan pada 30 menit terakhir pertandingan melawan Argentina. Keputusan ini memaksa Inggris untuk bermain lebih bertahan, meskipun Kane tetap berada di lapangan.
Lionel Messi, pemain bintang dan kapten timnas Argentina, memanfaatkan celah yang ada dan memberikan assist yang berujung dua gol Argentina, yang membawa tim Amerika Selatan itu melaju ke babak final.
Pada Jumat , Tuchel menegaskan kembali bahwa dia tetap memegang teguh keputusan taktisnya tersebut. "Tidak, saya tidak menyesali keputusan saya. Menurut saya, permainan kami sudah menjadi terlalu pasif. Saya berusaha membantu tim," ucapnya.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Espresso Lemonade Viral di TikTok, Minuman Segar yang Wajib Dicoba
Selanjutnya: Polisi: Tak Ada Keterlibatan Pihak Lain soal Bos Perusahaan Tewas di St Regis
Artikel Terkait
- Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Lukulo Kebumen, Ditemukan Pakai 9 Lapis Baju
- Waka BGN Ungkap Prabowo Minta Seluruh Menteri Terkait Bantu Benahi MBG
- Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak
- Detik-detik Anak Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit Kenali Mobil Orangtua dari Video Medsos
- Di Balik Bisnis Triliunan Piala Dunia 2026, Jejak Karbon Presiden FIFA Ikut Disorot
- Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
- Promo Indomaret Periode 17-22 Juli 2026, Camilan Berbagai Merk Diskon 30 Persen
- Zulhas Ungkap KDKMP Sekaligus untuk Salurkan Bantuan dan Barang Subsidi
