Pilu Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Tambun Selatan

Seorang wanita berinisial Y bersama anaknya FS tewas tertemper Kereta Api Pandalungan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat . Ibu dan anak meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Diduga karena korban tidak sempat menghindar, keduanya tertemper oleh kereta api tersebut hingga keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, Senin .
Kecelakaan maut itu terjadi di pinggir perlintasan KA di RT 001 RW 017 Kampung Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Minggu pukul 21.40 WIB. Korban tertemper KA Pandalungan jurusan Gambir-Surabaya Km 32+100.
Y dan FS merupakan warga Kampung Cijengkol Desa Cijengkol Kecamatan Setu. Korban saat itu hendak melintas dengan berjalan kaki dari Kampung Kedung Gede menuju Kampung Kobak.
"Pada saat korban sedang berjalan kaki, saksi sempat mengingatkan bahwa dari arah timur sedang melintas KA Pandalungan dengan rute Surabaya-Gambir di Km 32+100," katanya.
Setelah mengetahui adanya peristiwa tersebut, pihak PT KAI segera melaporkan kejadian kepada Polsek Tambun Selatan. Petugas Polsek Tambun Selatan mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi kejadian.
Petugas juga meminta keterangan para saksi, serta menangani peristiwa tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Simak juga Video 'Main di Rel Berujung Duka: 3 Remaja di Bumiayu Terserempet Kereta, 1 Tewas':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: WNI Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Armenia, Terduga Pelaku Juga WNI
Selanjutnya: KPK Sebut Bupati Sukoharjo Ancam Mutasi Anak Buah yang Tak Mau Setor Duit
Artikel Terkait
- Beli Tiket Pesawat Dapat Cashback hingga Rp 8,8 Juta, Ini Caranya
- Wali Kota Pekanbaru Yakin Argentina Melenggang ke Final
- Kemenbud Kerja Sama dengan Danantara Perkuat Ekosistem Pemajuan Kebudayaan
- 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kekeringan, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih
- Selain Febrie Adriansyah, Don Ritto Juga Tersangka dan Ditahan di Polda Metro
- Gus Ipul Jelaskan MPLS Sekolah Rakyat Digelar Bertahap, Ini Alasannya
- Warga Diimbau Siapkan Cadangan Air Selama Perawatan IPA Hutan Kota
- Warga di Pasuruan Datangi Kantor DPRD, Keluhkan soal Rumah Ibadah yang Diduga Belum Berizin
