Kisah Guru di Ngada, 3 Tahun Idap Penyakit Langka, Kini Diamputasi

Menurut Aryo, setelah menerima laporan warga, tim Rumah Singgah Kebaikan bersama tim kesehatan Polres Ngada mengunjungi kediaman Leonardus.
Selanjutnya, pada 8 Juli 2026, Leonardus diberangkatkan menuju Jakarta untuk menjalani pengobatan di Rumkital Marinir Cilandak.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim dokter, diputuskan bahwa Leonardus harus menjalani tindakan operasi amputasi pada Senin, 13 Juli 2026.
Operasi harus segera dilakukan karena tulang pada telapak kedua kakinya telah mengalami kerusakan yang sangat berat.
"Tindakan amputasi menjadi pilihan medis untuk menyelamatkan kondisi pasien," katanya.
Aryo memenambahkan, seluruh proses pengobatan Leonardus mendapatkan dukungan penuh dari TNI Angkatan Laut melalui Rumkital Marinir Cilandak, termasuk rencana pemasangan kaki prostesis setelah kondisi pasien dinyatakan pulih.
Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama agar Leonardus memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengobatan yang layak.
"Semoga seluruh proses operasi berjalan lancar, pasien diberikan kekuatan, dan dapat kembali menjalani kehidupan dengan harapan yang baru," tandasnya.
Sebelumnya: Presiden Israel Blak-blakan Ingin Damai dengan Arab Saudi, Bawa-bawa Nama MBS
Selanjutnya: Persebaya 99th Anniversary Game: Bajul Ijo Ditahan Imbang PSIS Semarang 2-2
Artikel Terkait
- Pantai Mliwis Kebumen, Surga Tepi Laut yang Gratis Tiket Masuk
- Halte TJ Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Sementara hingga 20 Juli, Ini Alternatifnya
- Komdigi Temukan Modus Kecurangan Registrasi Kartu SIM Biometrik
- Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas
- Wagub Rano Nonton Final Piala Dunia Bareng Warga Jakarta di Lapangan Banteng
- Bappeda Jateng Khawatir Dampak Rob Bergeser ke Timur Usai Tol Semarang-Demak Rampung
- Massa Demo Bubar, Jalan Medan Merdeka Arah Gambir Jakpus Kembali Dibuka
- DPR: Investor PFII Bakal Ditawari Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun
