Istri Kenang Serda Hengki sebagai Sosok Sederhana, Selalu Mengajarkan Kemandirian

Kebiasaan tersebut menjadi salah satu kenangan yang paling membekas di benak Fitria. Setiap pagi sebelum berangkat bekerja, Fitria beserta suaminya selalu menyempatkan diri sarapan bersama.
"Pagi itu saya masih duduk bersama, makan, masih saya ambilkan takaran nasi sesuai takarannya," kenang Fitria.
Namun, kini rutinitas sederhana itu tinggal kenangan, setelah Serda Hengki gugur dalam insiden ledakan di Gupusmu, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Perhatian pada keluarga
Selain sederhana, Serda Hengki juga dikenal sebagai sosok suami yang selalu memperhatikan keluarganya. Bahkan, pada pagi terakhir sebelum berangkat dinas, ia masih mengurus seluruh keperluan perjalanan sang istri yang hendak bertugas ke Solo.
"Pagi itu (Serda Hengki) mau booking-kan tiket saya ke Solo, ya ada acara kerja," papar Fitria.
"Iya, (tiket) kereta sama tempat istirahat. Kan berdua saya sama teman. Tapi karena saking gemati-nya bapak (saking perhatiannya), semuanya diurusin. Pokoknya saya diurusin, dicarikan yang terbaik. Pokoknya saya terima beres," sambungnya.
Sementara sebelum terjadi ledakan di Gupusmu Madiun, Serda Hengki masih sempat mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp ke Fitria.
"Tapi wallahu a'lam, pagi mungkin setelah apel atau apa tidak tahu (Serda Hengki) WA, saya balas jam 09.00 WIB sudah tidak bisa," jelasnya.
Ajarkan Mandiri
Di mata Fitria, Serda Hengki bukan hanya suami yang bertanggung jawab, tetapi juga sosok yang selalu mengajarkan kemandirian kepada keluarga.
"Semua berkesan, cuma beliau selalu mengajarkan saya harus bisa apa-apa sendiri, harus mandiri, karena bagaimanapun ya kita akan semuanya sendiri, berdiri sendiri," terangnya.
Pesan itu terus diulang Serda Hengki kepada istrinya, termasuk agar anak-anak mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri.
Selain itu, Serda Hengki juga selalu menempatkan ibadah sebagai prioritas dalam kehidupan keluarga.
"Bapak bertanggung jawab, mampu mengarahkan ini, mampu mengarahkan ke ibadah. Pokoknya salat nomor satu," tutup Fitria.
Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan Serda Hengki Noto Susanto gugur saat bertugas, sementara enam prajurit lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSUD Caruban.
Sebelumnya: Jaksa Agung: Sinergi dengan Polri Sudah Sejak Lama, Kami Tak Bisa Dipisah
Selanjutnya: Yusril soal Tarif Rp 5 Juta untuk Lepas Status WNI: PNBP, Dipatuhi Saja
Artikel Terkait
- 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
- Setelah Pirlo dan Mancini, Palladino Kandidat Baru Latih Timnas Italia
- Bos Perusahaan Kirim Pesan Minta Maaf ke Istri Sebelum Akhiri Hidup di Hotel Jaksel
- 5 Cara Makan Pisang agar Gula Darah Tetap Stabil
- Memanas! AS Bombardir Penyimpanan Rudal Iran Selama 90 Menit
- Simpang Mampang Macet Segala Arah Malam Ini Imbas Pembongkaran JPO Tendean
- Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas
- Voltron Buka SPKLU Baru di Puri Indah, Ada 24 Titik Cas
