Ricuh Baku Hantam di DPRD Riau, Polisi Dalami Pemicu, Gali Keterangan Saksi dan Cek CCTV

Pihak kepolisian mendalami pemicu baku hantam di kantor DPRD Riau di Kota Pekanbaru.
Kepala Subdit (Kasubdit) III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Rooy Noor, mengatakan pihaknya bersama Polresta Pekanbaru telah turun ke lokasi ricuh.
Petugas mengumpulkan sejumlah sekuriti kantor DPRD Riau untuk menghimpun informasi kejadian.
"Kalau dari keterangan saksi pengamanan internal DPRD Riau (sekuriti), beberapa orang dari mereka bilang sudah kejadian (ricuh). Nanti kami dalami keterangan-keterangan yang kami himpun," ujar Rooy saat diwawancarai Kompas.com di lokasi ricuh, Kamis (16/7/2026) petang.
Selain itu, pihaknya mengumpulkan bukti rekaman video saat kejadian dan CCTV di sekitar kantor DPRD Riau.
Hal ini untuk mengungkap pemicu konflik di kantor wakil rakyat tersebut.
"Masih kami dalami baik pemicu, motif, dan modus kericuhan ini," kata Rooy.
Sejauh ini, sebut dia, belum ada laporan polisi dari pihak yang merasa menjadi korban.
Terkait satu orang sekuriti yang mengalami luka robek di kepala saat melerai kericuhan, belum diketahui penyebabnya.
"Kami belum bisa memastikan apa penyebab luka korban, apakah karena pukulan atau benda tumpul. Korban masih berada di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru," kata Rooy.
Sebelumnya diberitakan, kericuhan terjadi saat rapat banggar di kantor DPRD Riau di Pekanbaru, Kamis (16/7/2026) sore.
Kericuhan diduga berawal dari adu mulut antara Wakil Ketua DPRD Riau. PI dan Ketua Komisi V DPRD Riau, IG, saat mereka sedang rapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Provinsi Riau.
Setelah itu, kelompok dari masing-masing anggota dewan tersebut ikut bentrok dan baku hantam. Mereka saling pukul hingga ada yang sampai tersungkur ke lantai.
Pantauan Kompas.com, tampak sampah berserakan usai kericuhan.
Salah satu tempat sampah terlihat penyok diduga digunakan saat kericuhan.
Tak lama setelah ricuh, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan.
Massa yang ricuh sudah membubarkan diri.
Beberapa anggota DPRD Riau yang dikonfirmasi Kompas.com, belum bersedia memberikan penjelasan.
Sebelumnya: Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3
Selanjutnya: Argentina Libur Nasional Usai Messi Dkk Gagal Juara Piala Dunia
Artikel Terkait
- INPEX Sebut Blok Masela Simbol Kemajuan Indonesia
- Pabrik Bukhur di Tangerang Terbakar, Tiga Orang Alami Sesak Napas
- Pimpinan BGN yang Baru pun Heran Laporan Keuangan Era Dadan Dapat WTP BPK
- Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 18 Juli 2026, Cek Keberangkatan Pertama hingga Terakhir
- Indonesia Masuk Daftar 42 Negara Visa Turis Termahal untuk Warga Uni Eropa
- Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel
- Febrie Tersangka 3 Kasus Korupsi, Legislator PDIP: Kalau Bisa Hukum Mati
- Bentrok di Adonara NTT: 3 Orang Tewas, 5 Luka, 20 Rumah Terbakar
