Cewek Open BO Tanya AI Cara Tenang Hadapi Polisi Usai ASN Lompat dari Lantai 12

ASN Badan Pertanahan Nasional Nias inisial AL diduga melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview di Medan gegara diperas dua wanita open BO inisial FR dan JS . Salah satu pelaku, FR, sempat berkonsultasi dengan artificial intelligence setelah korban melompat dari apartemen.
"Jadi, setelah kejadian itu, FR ini sempat berkonsultasi AI," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis saat konferensi pers, dilansir detikSumut, Rabu .
Adrian mengatakan pelaku FR mencari tahu soal proses penyelidikan petugas kepolisian. Rincian yang ditanyakan pelaku ke AI, yakni 'Berapa hari kita akan dipanggil ke kantor polisi sebagai saksi dari waktu kejadian?. 'Kalau ada orang bunuh diri, kita di TKP, berapa lama kita dipanggil?'.
Lalu, 'Kalau satu minggu setelah kejadian, kita tidak dipanggil oleh polisi, apakah kita sudah di posisi aman atau belum?'. 'Gimana cara supaya tenang menghadapi nanti kalau kita dipanggil polisi?'.
Adrian Lubis mengatakan korban awalnya datang dari Kabupaten Nias ke Kota Medan untuk mengambil surat keputusan ASN-nya. Lalu, pada Kamis , korban menginap di apartemen tersebut, tepatnya di lantai 12.
Pada Jumat pukul 00.00-03.00 WIB, korban berteleponan dengan pacarnya. Setelah selesai, korban membuka aplikasi MiChat untuk mencari wanita yang akan disewanya.
Sekira pukul 03.30 WIB, korban berkomunikasi dengan pelaku FR melalui aplikasi MiChat itu dan menyuruh pelaku datang ke apartemen yang ditempati korban. Ternyata, saat datang ke hotel itu, pelaku FR mengajak temannya, yakni pelaku JS.
"Pukul 04.21 WIB, kedua tersangka ini tiba di hotel dan menunggu di lobi. Lalu, pukul 04.23 WIB, korban dari lantai atas menjemput si kedua tersangka di lobi," kata Adrian.
Baca selengkapnya di sini
Lihat juga Video: Heboh ART di Gresik Lompat dari Lantai 30, Diduga Bunuh Diri
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf
Selanjutnya: Kasus Asusila Anak Meningkat di Madura, Khofifah Minta Sekolah Batasi Penggunaan "Gadget"
Artikel Terkait
- Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
- Aparat Gabungan Sisir Titik Rawan Pascabentrokan Warga 2 Desa di Flores Timur
- NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar
- Ditarget Tuntas Malam Ini, Ini Progres Pembongkaran JPO Tendean
- Tri Tito Sebut Sinergi Pemda-TP PKK Percepat Program Prioritas di Grassroots
- Niat Hati Bakar Rumput Kering demi Buka Jalan, Buntutnya Gedung Walet di Indramayu Nyaris Ludes Dilalap Api
- Rahasia Tubuh Bugar Kylian Mbappe, dari Pola Makan hingga Latihan
- Warga Diimbau Siapkan Cadangan Air Selama Perawatan IPA Hutan Kota
