Iran Sebut AS Serang Lokasi Nuklir Darkhovin, PBB Selidiki

Organisasi Energi Atom Iran mengatakan beberapa proyektil yang diduga diluncurkan Amerika Serikat menghantam lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin yang sedang dibangun di provinsi Khuzestan. Perserikatan Bangsa-Bangsa turut menyelidiki laporan tersebut.
Dilansir Aljazeera, Minggu , badan tersebut mengutuk serangan AS yang terjadi pada pukul 03.39 waktu setempat. Pembangunan pembangkit listrik tersebut dimulai pada tahun 2022.
Mengetahui laporan itu, Badan Energi Atom Internasional turun tangan.
Mereka mengatakan sedang menyelidiki laporan serangan semalam di lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang direncanakan di Darkhovin, di provinsi Khuzestan barat daya Iran.
"Fasilitas tersebut berada pada tahap awal pembangunan dan tidak mengandung material nuklir saat terakhir kali dikunjungi oleh IAEA," kata badan PBB tersebut dalam sebuah pernyataan.
Serangan yang dilaporkan tersebut diyakini tidak menimbulkan risiko radiologis, kata IAEA, tetapi Direktur Jenderal Rafael Grossi mengulangi seruan untuk "pengekangan militer di sekitar semua lokasi terkait nuklir".
Sebelumnya: Lepas 135 Karyawan Umrah, ParagonCorp Diapresiasi Menhaj
Selanjutnya: Dipolisikan KDRT, Pria Sumsel Bakar Rumah Mertua hingga Hanguskan 10 Rumah
Artikel Terkait
- Kekeringan Mengancam Pemangkasan Produksi Padi Bandung Barat hingga 15 Persen
- Pertamina Bantah Ada Mogok dan PHK Massal Sopir Tangki BBM di Medan, Ungkap Penyebab Antrean SPBU
- Polisi Cek TKP Kasus Anjing Husky yang Viral Dibacok di Bekasi
- Perluas Akses Pengetahuan, Kemenbud Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita
- Konflik AS & Iran, Waka MPR Dorong Perkuat Ketahanan Energi
- Jelang Sidang Kabinet, Menteri hingga Kepala Lembaga Merapat ke Istana
- Tinjau Proyek Jalan, Gubernur Lampung Tekankan Kualitas-Pengawasan Berlapis
- Live Bareng Rizky Nazar Jadi Sorotan, Anjasmara: Saya Tidak Sebut Nama
