KPK Dalami Tujuan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengakui diberi amplop oleh Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang kemudian dikembalikannya dan telah melaporkannya. KPK masih mendalami tujuan dan motif pemberian amplop tersebut.
"Ya nanti kita lihat ya perkembangan penyidikan perkara ini seperti apa. Oleh karena itu memang butuh didalami, butuh ditelusuri terkait dengan pemberian yang dilakukan bupati kepada pak menteri ya tempus-nya kapan begitu ya, kemudian lokus-nya di mana terus maksud tujuan inisiatif motif ini dari siapa gitu ya," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin .
Budi mengatakan saat ini penyidik KPK masih fokus untuk berkas penyidikan 3 tersangka dalam perkara tersebut. Menurut dia, KPK masih mendalami alasan pemberian amplop dari Suhardiman ke Raja Juli.
"Ya di antaranya itu kita dalami alasan ya motif ya pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada Pak Menteri ini untuk apa gitu ya. Kalau itu berkaitan dengan pelepasan izin kawasan hutan kemudian kaitan pemberian itu untuk apa gitu motifnya di sana kita akan dalami soal itu," ujarnya.
Budi menyebutkan KPK juga masih mendalami apakah kasus ini memenuhi unsur gratifikasi atau suap dari sisi penerima maupun pemberi. Ia memastikan KPK akan menyampaikan ke publik terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.
"Terkait dengan konstruksinya jika ada penerimaan kemudian ada pengembalian tentu ini nanti akan didalami unsur-unsur perbuatan tersebut apakah memenuhi unsur-unsur pasal gratifikasi atau unsur pasal suap atau seperti apa," ucap Budi.
"Ini nanti kita akan lihat ya oleh karena itu perlu didalami motif inisiatif, tau tidaknya pihak-pihak tersebut ya baik dari sisi pemberi sisi penerima atau tidaknya motifnya apa willing-nya apa gitu, nah itu semuanya nanti akan didalami dalam proses penyidikan perkara tersebut," tambahnya.
Diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby sebagai tersangka suap. Suhardiman diduga menerima suap berupa mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp 2 miliar untuk memilih Zulkarnain sebagai Sekda.
Kasus ini berawal pada April 2025 saat terdapat dua calon Sekda Kuansing, yakni Fahdiansyah selaku Asisten I Pemkab Kuansing dan Zulkranain selaku Kadis PUPR.
Dalam prosesnya, hanya Zulkarnain yang menyanggupi permintaan suap dari Suhardiman itu. Zulkarnain kemudian terpilih menjadi Sekda Kuansing.
Total ada tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berikut ini daftarnya:1. Suhardiman Amby selaku Bupati Kuansing2. Zulkarnain selaku Sekda Kuansing3. Ardiles selaku Dirut PT MIC.
Simak Video 'Bupati Kuansing Kena OTT KPK, Anggota Komisi II DPR: Menyakitkan Rakyat':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
Selanjutnya: Biaya Body Repair Mobil per Panel dan Sol-solan
Artikel Terkait
- Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker
- Promo FamilyMart 18 Juli 2026, Beli Menu Ayam Tambah Rp 2.000 Dapat Pristine
- Bentangkan Spanduk Falkland Usai Kalahkan Inggris, Argentina Terancam Disanksi FIFA
- Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas
- Purbaya dan DPR Berdebat soal Penempatan Rp 400 Triliun Dana SAL di Bank BUMN
- Harga Sama, Ini Perbandingan Almaz RS Pro Hybrid VS XForce Hybrid
- Promo JSM Alfamart 17-19 Juli 2026, Minyak Goreng Sunco 2L Rp 43.900
- DJP Sebut Pajak Marketplace Tak Bikin Harga Barang Naik, Ini Penjelasannya
