NasDem Minta 3 Perkara Korupsi yang Jerat Febrie Diusut Tuntas hingga Akar

Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mendukung pembentukan Panitia Kerja untuk mengawasi penanganan perkara dugaan korupsi yang yang melibatkan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Ia meminta pengusutan perkara dilakukan hingga tuntas dan menyentuh seluruh pihak yang terlibat.
Sikap itu disampaikan RL dalam rapat khusus Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu .
"Kami, Fraksi NasDem dengan ini menyatakan mendukung dibuatnya, dibentuknya Panja, dengan ketuanya ketua kami, Bapak Habiburokhman," ujar RL.
NasDem menilai kasus tersebut telah melukai rasa keadilan masyarakat. Karena itu, penanganannya diminta tidak berhenti pada pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Dan tentu kami minta agar kasus ini diusut tuntas sampai ke akar-akarnya karena ini sudah mencederai rasa keadilan masyarakat," lanjutnya.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman sebelumnya menjelaskan Panja dibentuk untuk mengawasi secara langsung proses penanganan perkara yang disebutnya sebagai salah satu dugaan megakorupsi. Panja juga akan memastikan koordinasi antarlembaga penegak hukum berjalan dengan baik.
Usulan pembentukan Panja disetujui seluruh fraksi yang hadir dalam rapat. Selain menyepakati pembentukan Panja, seluruh fraksi juga mendukung Habiburokhman menjadi ketua Panja yang akan mengawasi perkembangan penanganan kasus tersebut.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Nama Anggota AAA Clan Makin Terkenal, Reza Arap: Gue Tidak Pernah Bisa Jalan Sendiri
Selanjutnya: Kekeringan Melanda Tenjo Bogor, Warga Terpaksa Gunakan Air Kali untuk Mandi dan Mencuci
Artikel Terkait
- INFOGRAFIK: Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026, Simak Bantahannya
- Soroti Perang dan Konflik Global, Prabowo: Bersyukur Kawasan Kita dalam Damai
- Ancol sampai Dufan Gratiskan Tiket buat Anak-anak Selama 4 Hari, Mulai 23 Juli 2026
- Riuh Tawa Anak-anak di Pantai Tangkoko saat Belajar Menjaga Laut dari Segenggam Sampah
- Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Ekonom: Kenaikan Tak Selalu Berarti Makin Boros
- Jenazah Turis China Masih Tertahan di Labuan Bajo, Tunggu Keluarga Datang ke Indonesia
- Cak Imin Usul Ketum PBNU yang Fresh, Gus Ipul: Bisa Jadi Masukan untuk Muktamar
- DJP Ubah Cara Awasi Wajib Pajak, Babinsa hingga Web Scraping Dilibatkan
