BPBD Ungkap Kekeringan di Sukabumi Sebabkan 4 Kecamatan Krisis Air Bersih

Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki R. Rizki mengungkap bahwa dampak kekeringan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini sudah dirasakan masyarakat sejak Juni 2026.
Dari data laporan yang masuk, sudah ada 3.022 Jiwa yang terdampak kekeringan di 4 Kecamatan.
“Dari 47 kecamatan, kemarin baru 4 kecamatan yang mengajukan permohonan air bersih dengan total 2.258 Kepala Keluarga atau 3.022 Jiwa yang terdampak,” kata Eki dalam keterangannya saat ditemui awak media di Pendopo Sukabumi.
Eki kemudian merinci bahwa keempat Kecamatan yang sudah mengalami kekeringan tersebut berada di Kecamatan Cikembar, Cibadak, Cicurug, dan Nyalindung.
Dengan 3.022 Jiwa yang sudah terdampak kekeringan di empat Kecamatan itu, BPBD telah menyalurkan puluhan ribu air bersih sebagai solusi sementara ditengah krisis air.
“Satu mobil tangki itu kapasitasnya 5.000 Liter, kami untuk penyalurannya sampai pada titik-titik yang dimintakan oleh desa,” ucap Eki.
Meski dengan 3.022 Jiwa yang sudah terdampak kritis air, Eki mengungkap bahwa Kabupaten Sukabumi masih belum berstatus darurat kekeringan.
Sebab, dari 47 Kecamatan baru 4 Kecamatan saja yang terlaporkan mulai mengalami krisis air bersih.
“Untuk status siaga darurat kekeringan kita masih dalam proses, karena kita melihat kondisi di lapangan belum seluruhnya terjadi kekeringan ataupun laporan kekeringan kepada kami, sehingga kita juga masih menunggu proses itu, termasuk menunggu laporan-laporan dari para camat, kepala desa terkait kondisi yang ada di masing-masing wilayah kecamatan,” tutup Eki.
Sebelumnya: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Naik
Selanjutnya: Jadi Tersangka UU ITE, Admin TheKerupuk Tak Ditahan Setelah Dijamin Keluarga
Artikel Terkait
- Purbaya dan DPR Berdebat soal Penempatan Rp 400 Triliun Dana SAL di Bank BUMN
- Saham IPO Sering ARA Berkali-kali, Analis Ingatkan Ritel Jangan Terjebak Hype
- Pidato Perdana Andy Burnham sebagai PM Inggris: Janji Akhiri Tunawisma
- 2 Pria Bersenjata Parang Rampok dan Sekap Suami Istri di Kutai Timur
- Kapolda Riau Turun Langsung Pantau Pengambilan Bib dan Racepack RBR 2026
- KPK Juga Periksa Dirjen PKN V BPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim
- Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
- Gibran Respons Komentar Guru di IG soal Sekolah Rusak dengan Kunjungan ke Rokan Hilir
